Blog Serabutan Biasa

06 Maret 2015

17 Keterampilan Berharga yang Dapat Dikuasai dengan Memanfaatkan Internet

3/06/2015 03:13:00 PM Posted by Maulana Yodha Permana , No comments
Banyak orang yang menghabiskan waktunya di internet tanpa menghasilkan sesuatu hal yang produktif. Jika kita adalah salah satunya, mungkin kita perlu mengubah kebiasaan buruk tersebut dengan kebiasaan lain yang lebih positif. Misalnya dengan memelajari suatu keterampilan yang baru sebagai upaya pengembangan diri. Meski tidak masuk dalam kurikulum di sekolah, namun memiliki kemampuan-kemampuan ini dapat berguna dan menjadi nilai lebih bagi diri kita. Jika kawan-kawan memiliki jaringan internet yang baik, apalagi telah memiliki pengetahuan bahasa Inggris, mungkin bisa mencoba beberapa situs yang menarik berikut untuk mengasah potensi dalam diri kita. 


Belajar Membaca Cepat 









genesis707

Spreeder adalah sebuah program daring gratis yang bisa mengajarkan kita cara membaca secara cepat tanpa mengurangi pemahaman makna tanpa melihat berapa pun usia kita. Dengan ketekunan dan kesabaran dalam berlatih, maka kecepatan baca kita dapat meningkat dua, tiga, hingga empat kali lipat! Bayangkan, berapa banyak waktu yang dapat kita hemat untuk membaca, jika kita punya kemampuan membaca cepat? 


Menulis Layaknya Penulis
  










Banyak orang yang bisa menulis. Namun menulis dengan baik dan enak dibaca? Belum tentu setiap orang bisa melakukannya. Macalester College menawarkan kuliah berseri yang dapat mengubah kemampuan seseorang sehingga dapat menulis dengan lebih baik lagi. Jika kawan-kawan tertarik untuk memelajari penulisan dalam bidang jurnalistik, bisa belajar dengan bantuan Wikiversity. 


Memelajari Bahasa Asing







trentta

Banyak situs dan aplikasi yang bisa kita gunakan untuk memelajari bahasa asing, misalnya Duolingo dan Memrise. Dengan bantuan situs-situs tersebut, kita bisa mulai memelajari bahasa asing lain selain bahasa Inggris, seperti bahasa Jerman, Perancis, Rusia dan bahasa lainnya. Belajar bahasa dari internet juga bisa menghemat pengeluaran kita dari pada belajar bahasa secara privat atau kursus yang biayanya cukup mahal. 


Menggambar? Siapa Takut! 









Ketika masih kecil, pasti kita pernah diajarkan menggambar. Dengan asyiknya kita menggambar, bagaimana pun hasilnya. Jika ketika kecil kita percaya diri untuk menggambar, mengapa sekarang tidak? Kebanyakan orang yang beranjak dewasa memiliki banyak ketakutan untuk mencoba. Pada kenyataannya, sebagian orang dapat merasa nyaman setelah mengekspresikan kreativitasnya dengan menggambar. Untuk kawan-kawan yang ingin mencoba kembali belajar menggambar, DrawSpace adalah tempat yang cocok untuk memulai. 


Membidik ala Fotografer Profesional 








suomik

Lifehack Photography adalah acuan yang cocok untuk pemula dalam dunia fotografi. Dari pengoperasian kamera hingga menentukan komposisi dasar foto dapat di pelajari di sini. Jika tutorial tersebut masih kurang memuaskan, kawan-kawan bisa coba kursus singkat tentang apa saja yang bisa dilakukan dengan kamera digital keren milik kalian. 


Menjadi Master Photoshop 







estherhonig

Suka menyunting foto? Jika hobi ini bisa ditekuni secara serius, bisa menjadikan nilai lebih bagi keahlian kita dalam dunia penyuntingan foto. Beberapa tutorial menarik tentang photoshop bisa kita dapatkan dari You Suck at Photoshop. Jika telah benar-benar serius, mungkin bisa juga mencoba belajar secara daring di situs Udemy.  


Belajar Bermain Gitar









excluziv.by

Belajarlah bermain gitar, jika hingga saat ini belum juga bisa memainkannya. Bagaimana pun, gitar adalah alat musik populer yang bisa ditemukan di mana-mana. Justin Guitar adalah situs yang bagus untuk memahami kunci-kunci dasar dan memulai keterampilan dasar bermain gitar. 


Berhenti Membenci Matematika






 

prouchebu

Untuk apa belajar matematika? Memangnya diperlukan di kehidupan sehari-hari? Jika kawan-kawan termasuk orang yang merasa tersiksa dengan matematika dan masih berpikir bahwa matematika itu tidak penting, mungkin bisa coba mengambil kursus "Matematika dalam Kehidupan Nyata" di Saylor.org. Situs tersebut akan membantu kita memahami pengetahuan dasar matematika. Jangan terburu-buru takut dan membayangkan untuk memelajari matematika secara abstrak, karena di situs tersebut kita belajar bagaimana menerapkan keterampilan berhitung kita secara langsung, praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. 


Menjadi Yang Tak Terkalahkan di Excel 








pinterest

Chandoo adalah situs yang murah hati dalam berbagi pengetahuan tentang Excel. Pekerjaan mengelola angka-angka dengan Excel yang rumit dan membosankan, dapat kita nikmati jika kita tahu seni dalam pengerjaannya. 


Memelajari Kode Pemrograman








h4-entertainment


Ingin membuat website sendiri? Ingin membuat aplikasi baru yang menarik? Maka yang perlu dilakukan adalah memelajari kode pemrograman. Panduan secara rinci tentang dunia kode yang ditata secara menyenangkan dapat kita pelajari di Code Academy. Situs tersebut diprogram secara komprehensif dan inovatif sehingga pemelajar tidak mudah mengalami stress dalam memelajari kode. Namun jika ingin mencoba memelajari kode secara tradisional, bisa juga memelajari Pengantar Ilmu Komputer dari Universitas Harvard. 


Membuat Website Dinamis dan Menarik








naldzgraphics

Apakah ada di antara kawan-kawan yang suka menulis di situs umum seperti Tumbler atau Blogspot? Jika ingin mencoba sesuatu yang baru dalam dunia blog dan website, mungkin bisa mencoba belajar di Study Ruby On Rails. Situs tersebut memberikan banyak materi yang sangat berguna yang dapat digunakan untuk dipelajari, dari Rails for Zombies hingga Learn Ruby The Hard Way. 


Membuat Permainan di Ponsel








gogaminggiant

Kawan-kawan pencinta permainan atau gim di ponsel? Bagaimana jika kawan-kawan yang membuat permainan sendiri yang mungkin lebih menyenangkan dari pada permainan gim yang sering dimainkan saat ini. Pembuatan aplikasi gim bisa dipelajari dengan mengikuti kursus daring di University of Reading. Selain itu, kawan-kawan juga bisa mencoba memelajari teori-teori dasar gim di sini.


Berlatih Yoga









iamyogahealth

Komunitas yoga kini sudah mulai menjamur, terutama dikota besar. Demi kesehatan tubuh dan pikiran kita, tidak ada salahnya untuk mencoba dan memelajarinya di rumah menggunakan beberapa tutorial dari internet. Dari situs seperti YogaGlo dan Yome, kita bisa mendapat beberapa video tutorial secara gratis. Jika pernah mencoba memelajari yoga sebelumnya dan menguasai dasar-dasarnya, mungkin bisa mencoba versi trial dari YogaTailor.


Memelajari Dasar-Dasar Psikologi





 


 lifecheating

Tentu saja tidak ada seorang pun yang mengerti, apa itu kesadaran. Namun mengetahui cara kerja kesadaran dan mampu mengidentifikasinya akan membantu kita memahami diri. Jika kawan-kawan tertarik dengan psikologi, bisa mencobanya dengan mengambil kuliah gratis secara daring di sini.


Belajar Merajut 










houseofhumble

Instructables menawarkan kursus untuk kawan-kawan yang suka merajut. Menggunakan topi rajutan yang lucu atau syal cantik buatan sendiri akan lebih terasa membanggakan dari pada membelinya dari toko.


Membersihkan Rumah dalam Waktu Singkat








o-krasnodare

Unf**k Your Habitat berbagi panduan pada kita tentang membersihkan rumah dalam waktu singkat. Meski tampak sepele, namun kemampuan akan terasa sangat bermanfaat terutama ketika kita perlu membersihkan rumah secepatnya dalam kondisi darurat. Tidak hanya tips-tips tentang kondisi darurat, blog tersebut juga memberikan tips-tips hidup lainnya yang bersifat jangka waktu panjang, sehingga hidup kita dapat lebih teratur dan menyenangkan.


Untuk Pemalas, Setidaknya Pelajari Hal Ini









ribbons


Setelah membaca artikel ini, dan tidak menemukan hal menarik untuk dipelajari? Setidaknya belajarlah menalikan tali sepatu secara sederhana ini. Coba bayangkan, berapa menit dari hidup kalian yang bisa terselamatkan, seandainya tali sepatu kalian tidak lagi mudah lepas ketika berjalan?

18 Februari 2012

Sastra Rusia? :o

2/18/2012 09:21:00 AM Posted by Maulana Yodha Permana , , , , , 29 comments

"Kenapa ambil jurusan Sastra Rusia? Rusia itu Uni Soviet! Mau jadi komunis ya?!"

"Kok Sastra Rusia? Hati-hati loh, Rusia itu ateis!" 

"Lah, anak Rohis kok ambil Sastra Rusia? Haha. Kalau Sastra Arab nah itu, masih cocok" 

"Hahaha, Sastra Rusia? Selamat! Itu mah kamu pasti bakal langsung masuk)))" 

"Wah? Sastra Rusia? Prospek kerjanya emang itu kayak gimana? Mau jadi apa ntar setelah lulus?"

"Sastra Rusia? Emang ada ya? Baru tahu :o"


Kurang lebih, begitulah komentar-komentar miring dari orang-orang sekitar saya, ketika saya ditanya tentang jurusan yang saya inginkan, yang saya pilih, yang saya perjuangkan, hingga akhirnya, saya dapatkan juga saat ini. Гммм.

Kadang ingin saya jelaskan kepada mereka, sejelas-jelasnya. Tapi, saya pikir, belum saatnya. Atau saya jawab sekedarnya saja, asal mereka berhenti berkicau. Tokh, yang bertanya atau berkomentar pada saya, bukanlah bocah biasa, melainkan orang yang lebih tua dari saya, guru-guru saya, hingga kawan dari orang tua saya. Khawatir akan menyinggung perasaan mereka, dengan kata lain, disangka mengajari mereka. Ya sudahlah :]

Meski begitu, ada juga beberapa orang yang berkomentar positif, seperti, 

"Waw! Sastra Rusia! Hebaaat!"

"Aih, Sastra Rusia? Ntar kalau ke Rusia, ajak-ajak dong!" 

"Bagus itu. Belum banyak orang yang mau memelajari tentang Rusia"


Entah mereka berkomentar asal ceplos, sekedar memberi semangat, atau memang berkata sesuai apa kata hatinya. Никто не знает :o

Tapi melalui tulisan ini, akan saya uraikan sedikit apa yang saya pikirkan tentang Sastra Rusia, seperti yang selalu om Zuckerberg tanyakan setiap hari.Dimulai dari pertanyaan:"kenapa Rusia?", meski tidak ada di daftar pertanyaan di atas (karena yang di atas itu lebih fokus ke Sastra Rusianya). Menjawab pertanyaan ini lebih sulit dari pada menjawab kenapa saya memilih jurusan Sastra Rusia. Karena, saya sendiri tidak begitu yakin untuk jawaban dari saya yang paling cocok untuk pertanyaan tersebut. Saya suka Rusia, bukan karena lagu popnya, bukan karena boybandnya (eh, anu... emang di Rusia ada boyband? :o), bukan pula karena disogok Bupati (eh?) (yang terakhir itu paling nggak mungkin).

Rusia, bagi saya bagaikan objek cinta yang datang tiba-tiba. Seakan, Rusia, Rusia, begitu saja datang ke pikiran saya, dan segala yang berbau Rusia selalu menarik bagi saya.
"Iya, tapi apanya yang paling saya sukai?"
 Hmmm, jika sudah dipaksa untuk menjawab seperti ini, tentunya saya akan jawab sekenanya; bahasanya, sejarahnya, budayanya.
Bahasa Rusia, sejak pertama kali melihat huruf Kiril (кириллица) di salah satu opsional bahasa di game house, saya langsung tertarik untuk mencari tahu bahasa apa itu. Dan ketika mencoba mencari di internet, agak susah juga mendapat sumbernya, apalagi sumber pemelajaran dengan bahasa pengantarnya bahasa Indonesia. Sejak saat itu, dengan kemampuan bahasa Rusia yang sangat terbatas, saya isi juga blog serabutan saya (ahdoy.blogspot.com) mengenai bahasa ini.
Pertama kali tertarik terhadap sejarah Rusia, mungkin, sejak SMA. Soalnya, ketika SMP, saya tergila-gila dengan sejarah NAZI-Jerman, pada saat Perang Dunia II. Tapi semakin sering saya baca tentang sejarah Rusia, ditambah lagi dengan kebosanan saya terhadap sejarah Jerman (yang pada akhirnya saya akui kalau Jerman memang kalah telak oleh Uni Soviet pada saat Perang Dunia II), membuat saya tertantang untuk memperdalam pengetahuan tentang sejarah Rusia.
Budaya Rusia, mungkin ini yang paling-paling-paling saya suka. Dari musiknya (yang pertama kali saya dengar adalah lagu "Kalinka"), menurut saya - unik! Dan lagi, di bidang seni rupa, saya baru tahu boneka yang disebut matryoshka itu juga kesenian khas Rusia. Tarian kolektifnya yang asik dilihat, kemudian film-film animasinya yang unik, membuat saya merasa aroma baru dalam menikmati film animasi.

Setelah terjawab pertanyaan dasar tersebut, maka tentunya akan lebih mudah untuk menjawab pertanyaan: Mengapa memilih Sastra Rusia? :]

Sejak SMA kelas XI, saya sudah yakin akan mengambil jurusan Sastra Rusia. Entah apa yang saya pikirkan, tapi itulah kemauan saya - haus akan keingintahuan tentang Rusia :]Kemudian, apa pendapat saya tentang tuduhan Rusia itu komunis? Ateis? Dan pendapat miring lainnya yang dijabarkan di atas?
ну (dibaca: nu), wahai kawan-kawan seluruh dunia! Ketahuilah kalau Rusia itu bukan lagi Uni Soviet. Uni Soviet itu komunis - ya! Tapi Federasi Rusia itu bukan lagi negara komunis. Lagi pula, apa salahnya dengan komunis? Sejak SMA saya memang tergila-gila untuk berdiskusi tentang ideologi yang dianggap haram di Indonesia ini. Yang saya tahu, komunis itu ideologi yang mewujudkan masyarakat tanpa kelas demi kesejahteraan bersama - apa salahnya?
Tapi, tentu saja, bukan karena Rusia itu komunis, kemudian saya masuk Sastra Rusia. Karena saya benar-benar tahu kalau Rusia itu bukan lagi negara komunis.
Tentang ateis. Apa hubungannya Ateisme dengan Komunisme? Ateisme =/= Komunisme. Ateis itu tentang keyakinan manusia terhadap ketiadaan tuhan. Sedangkan komunisme itu tentang sistem ekonomi terpusat. Yah, walau, memang, di Uni Soviet dulu, kegiatan agama dilarang dilaksanakan dengan alasan X. Tapi, saya kira, Tan Malaka juga komunis? Haji Misbach juga komunis? Bahkan Ir. Soekarno -bisa dibilang- pro komunis, dengan ajaran NASAKOMnya, dengan menganak-emaskan PKI. Tapi Apakah mereka ateis? - Sudah saya bilang, Ateisme =/= Komunisme. Ya tho? Dan, toh, orang dewasa harusnya sudah bisa memilih mana yang baik dan buruk, dan pilihan buat dirinya.

Dulu memang, saya ikutan organisasi Rohis. Tapi, apa salahnya memelajari Rusia?Barangkali saya mau menyebarkan Islam di Rusia? Oh, tidak, tidak. Bahkan dulu saya tahu, Rusia itu punya masjid terbesar di Eropa (Masjid Kul Sharif/Qul Syarif) yang letaknya di kota Kazan. Jumlah Muslim di sana juga terbesar kedua, setelah penganut Kristen Ortodoks. Dan, dalam pandangan saya, alumni Rohis, kalau ambil sastra, ga mesti lah masuk sastra Arab. Kalau memang mau, ya silakan. Tapi kalau mau ambil sastra Rusia, apa salahnya? Lagi pula Islam memangnya cuma punya Arab doang? :o

Pilih Sastra Rusia - langsung masuk? Masuk Sastra Rusia itu gampang? Kata siapa? Kalau memang belum hoki mah ya tetap saja nggak masuk. Saya waktu itu ikutan SIMAK UI ambil Sastra Rusia, tapi ternyata nggak masuk. Masih penasaran, saya coba mengajukan BidikMisi ke UNPAD dengan pilihan Sastra Rusia, masih belum masuk juga. Masih penasaran, saya coba ikut lagi SNMPTN, ambil Sastra Rusia UI dan Sastra Rusia UNPAD. Nah, baru tuh, hoki, dapat Sastra Rusia UI. Terserahlah Kuliah di mana, yang penting mah Sastra Rusia. Di Subang juga kalau emang ada, saya pasti akan coba daftar juga tuh di Subang. Intinya, ga ada yang namanya gampang. Perlu usaha, kerja keras. Apa? Ya belajar. Emang saya belajar? Hihi. Yah, walau di sekolah SMA saya malas-malasan belajarnya, tapi kalau udah urusan ginian mah, sebenci apapun sama m@tfi$kim, atau pelajaran apapun, pasti saya usahain untuk dipelajari juga tuh :P

OK. Saya sudah dapat apa yang saya mau. Lalu, pertanyaan pamungkas, yang paling sering ditanyakan oleh orang lain, baik itu orang tua, tetangga, guru-guru, dan terutama - adik kelas! Setelah lulus, mau jadi apa? atau Prospek kerjanya gimana tuh?. Mungkin jurusan saya ini agak berbeda dengan jurusan yang sudah 'pasti' dan mudah ditebak akan jadi apa nantinya. Jurusan kedokteran - jadi dokter. Jurusan Kedokteran Gigi - jadi dokter gigi. Jurusan Akuntansi - jadi akuntan. Kalau jurusan saya? Dan sastra-sastra lainnya? Dan mungkin juga serupa dengan jurusan semacam Sejarah? Filsafat? Mau jadi apa setelah lulus kuliah? :o

Begini, saudara-saudari, товарищ semuanya... Mungkin jawaban saya akan sangat tidak memuaskan. Tapi inilah yang saya pikirkan; Setiap jurusan / program pendidikan yang disediakan di universitas-universitas tentunya diadakan, karena negara kita -yang tengah ringkih ini- membutuhkan lulusan-lulusan dari bidang tersebut untuk negara. Tentunya, di mata saya, tidak ada yang namanya jurusan yang prestisisususwasusus. Semua sama. Semua disesuaikan dengan minat dan bakat para mahasiswa dalam mengkaji ilmu yang digelutinya.

Adapun bagi orang yang berambisi dan mati-matian, dan segala cara untuk mendapatkan jurusan tertentu yang belum tentu ia bisa menjalaninya, tapi menurutnya itu jurusan prestisius, prospek kerjanya jelas, dan bisa menjaminnya hidup sejahtera setelah lulus kuliah, bagi saya, itu mah, nonsen-lah. 

Kembali ke... laptop! :mukatukul:

Lalu, bagaimana? Memang kenyataannya, prospeknya belum jelas kan?
Lah, memang ada yang bisa menjamin semua mahasiswa kedokteran, maka semuanya bakal jadi dokter? Nggak juga. Paling yang punya kualitas tinggi yang bisa jadi dokter. Malah ada juga yang lulusan kedokteran malah jadi artis :o Juga, terlebih lagi, kalau dia DO, mana mungkin bisa jadi dokter? Yah, berkata demikian, karena saya tahu, kalau nggak semua orang bisa nyaman di satu bidang yang memang tidak diminatinya. Ini saya pake contoh kedokteran, bukan karena anu atau apa-apa lho. Sekedar contoh saja. Спокой~ :]

Jadi, intinya, jurusan tidak menjamin 100% kesuksan. Melainkan, kembali lagi kepada orangnya.

Lulusan Sastra Rusia dan juga dengan jurusan yang dianggap masa depannya belum jelas, tentunya punya peluang sama dengan jurusan yang dianggap sudah jelas masa depannya (masa depan yang jelas? :o Hihihi. Mami Loren kali). Bedanya, setiap lulusannya dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan diri. Dan mungkin, sedikit imajinasi. Kenapa? Karena memang, kalau lurus-lurus saja, masih menggunakan perspektif kalau kuliah Sastra Rusia mesti kerja di bidang Rusia, bakal sulit juga. Kerja di Deplu? Kedubes Rusia? Pusat Kebudayaan Rusia? Saya kira, kalau satu angkatan Sastra Rusia mesti kerja di situ semua, bakal ribet juga. Masalahnya, institusi di bidang kerusiaan sangat sedikit jika dibandingkan dengan Rumah Sakit-Rumah Sakit yang bisa dipakai untuk kerja bagi lulusan kedokteran -lagi-lagi kedokteran, maaf. Di bidang pariwisata pun memang agak sulit karena orang Indonesia masih mengutamakan orang yang jago berbahasa Inggris dibandingkan dengan spesial bahasa asing yang khusus, seperti Rusia, Jerman, Perancis, dsb., misalnya. Meski faktanya, wisatawan Rusia di Bali lumayan akeh tenan.

Beruntung saya kenal sosok Pak Fadli Zon (meski sepertinya, Pak Fadli Zon tidak kenal saya, hehe), ketika beliau mengajar di kelas Mata Kuliah Sejarah & Pranata Uni Soviet sampai Federasi Rusia semester 2 lalu. Selain mengajarkan materi yang memang harus dipelajari, beliau juga mencoba mengajak kami untuk melihat sisi lain di dunia, baik regional maupun internasional. Lain dari pada itu, beliau juga sering memotivasi kami, mahasiswa Sastra Rusia UI untuk tidak merasa minder, malah harus selalu PD menjadi mahasiswa Sastra Rusia.Dalam seminar Hubungan Indonesia - Rusia tahun lalu, seorang audience bertanya kepada para pembicara, yang salah satunya adalah Pak Fadli Zon. Pertanyaannya adalah -kurang lebih- "Bagaimana nasib para mahasiswa Sastra Rusia setelah mereka lulus?". Mungkin target dari pertanyaan ini maksudnya agar pejabat pariwisata serta para dosen bisa menjalin hubungan khusus, sehingga para lulusan tidak sulit jika ingin bekerja di bidang kepariwisataan.
Tapi saya paling suka jawaban dari Pak Fadli Zon, dibandingkan jawaban pembicara lainnya yang hanya menjawab dengan janji yang kesannya hanya sekedar wacana tanpa realisasi. Kata Pak Fadli Zon, "Terserah kalian mau jadi apa". Hal ini mungkin tampak lucu, tapi sebenarnya logis lho. Ya, nasib kita memang terserah kita, terserah kemauan dan usaha kita.
Mau bekerja di bidang jurnalistik, bisa. Karena di Sastra Rusia, kita belajar tentang Sastra dan Masyarakat.
Jadi politikus, seperti pak Fadli Zon (beliau aktif di Partai Gerindra), bisa, karena kita juga belajar Sejarah Rusia, dari zaman Tsar sampai Federasi Rusia, yang tak terlepas dari huru-hara politik yang mendominasi sejarah bangsa Rusia. Dan tentunya, bisa dijadikan perbandingan serta pemelajaran untuk politik di Indonesia. Sadar atau tidak, Rusia itu punya banyak kemiripan dengan Indonesia, sama-sama multi etnis, multi kultur, multi agama, pernah hampir bangkrut / krismon dan banyak hutang. Bedanya, Rusia di bawah Vladimir Putin bisa melunasi hutang-hutangnya, sedangkan Indonesia, ya, beginilah :]
Jadi ekonom, lagi-lagi seperti Pak Fadli Zon (beliau juga Ketua Perhimpunan Tani Indonesia), yang waktu seminar, beliau cerita kalau dirinya punya perusahaan yang para pekerjanya adalah ahli teknik lulusan dari universitas-universitas ternama di Indonesia. Ya, para ahli teknik, yang bekerja kepada seorang lulusan Sastra Rusia.
Jadi apapun lah, yang kalian mau. Jadi dosen mah geus puguh, bisa, hehe. Dan lagi, dari yang saya amati, dosen Sastra Rusia jumlahnya sedikit. Belum lagi lembaga pendidikan non-formal yang mau buka kursus bahasa Rusia, masih sangat-sangat sedikit. Ladang usaha tuh, kalau memang mau. Toh, Rusia sudah mulai banyak dikenal sekarang ini, baik di berita-berita TV atau koran, juga dari komentar-komentar pengunjung yang nyasar di blog saya, hehe.

Langsung pada kesimpulan saja, karena kalau diteruskan, sepertinya tulisan ini tidak ada habis-habisnya. Dan, tentunya, kalian yang nyasar di catatan saya ini, sepertinya sudah bosan, atau mungkin sudah menutup browsernya sebelum baca sampai bagian ini)))

"Janganlah mencoba menjadi orang sukses. Jadilah orang yang bernilai."
[Albert Einstein]

Mungkin itu kata-kata pamungkas yang cocok untuk menutup tulisan ini. Dan satu hal lagi:

"Saya bangga dan bahagia menjadi Mahasiswa Sastra Rusia! УРААААА!"






Sedikit pesan dari saya, khususnya buat rekan-rekan seperjuangan, juga terutama adik-adik kelas/angkatan; kalau memang dapat jurusan yang diminati, jangan disia-siakan. Belajar yang rajin. Ini kata-kata, buat saya juga lho. Itung-itung instropeksi diri, gara-gara dapat nilai buruk semester kemarin, fiuh :\
Kalau masih belum yakin, yakinin saja. Gampang kan? Hehe.
Tapi bagi yang masih galau milih jurusan, usahakan pilih yang sesuai bakat dan minat kalian. Usahakan jangan milih jurusan anu karena disuruh ortu. Pengalaman saya, kalau anak sudah tertekan ketika memelajari suatu jurusan ilmu tertentu, yang ada malah si anak berontak, tertekan, dan hasil belajarnya pun pas-pasan, bahkan kurang.
Yang mau kuliah kan kalian, bukan ortu kalian. Ya tha?Yakinkanlah, bahwa semua jalan punya peluang baik kok, setidaknya peluang untuk menjadi orang yang baik, bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. (yang bagian akhir ini, seriusan nih)


Eh, anu, ini semua pendapat saya lho. Jadi, setuju tidak setuju, itu hak masing-masing. Suka tidak suka terhadap pemikiran saya tentang jurusan saya ini juga, ya hak masing-masing. Beda kepala, beda pemikiran :]

Salam damai,
Ahdoy.



Diambil dari catatan saya sendiri di FB.

29 April 2011

Dunia - Pasca Perang Dingin

4/29/2011 11:44:00 AM Posted by Maulana Yodha Permana , , No comments
Berbagai dampak yang terjadi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat dunia selepas perang dingin





DUNIA PASCA PERANG DINGIN


A. Tentang Perang Dingin
Sisa-sisa Perang Dunia II memunculkan perang dingin berkepanjangan hampir setengah abad lamanya yang melibatkan banyak negara di dunia terpisah menjadi dua blok, yakni Blok Timur dan Blok Barat. Dibubarkannya Pakta Warsawa sebagai pakta pertahanan utama negara-negara Blok Timur dan diikuti dengan dibubarkannya pula Uni Soviet sebagai negara yang menjadi basis pertahanan terbesar bagi negara-negara Blok Timur menandakan akhir perang dingin di mana hampir memunculkan perang nuklir yang sangat mungkin akan dapat berakibat fatal terhadap kelangsungan hidup masyarakat dunia.
Perang dingin seakan mewariskan beberapa masalah internasional yang hingga kini belum juga dapat terselesaikan. Perang dingin juga memunculkan perang-perang kecil antar etnis, perebutan wilayah, dan berbagai permasalahan lainnya. Akan tetapi berakhirnya perang dingin juga membawa keadaan positif yang mana beberapa negara yang dulunya terkekang untuk berkembang tapi kini mendapat kebebasan dan keleluasaan untuk melakukan kegiatan politiknya dalam kehidupan negaranya. Berakhirnya perang dingin juga memunculkan harapan baru, yakni dunia yang damai dan tenteram tanpa merasakan khawatir tentang bahaya perang.


B. Akhir Masa Perang Dingin
Perang dingin membawa banyak dampak terhadap banyaknya negara-negara di dunia, baik itu negara yang terlibat langsung mau pun negara yang tidak terlibat langsung sekalipun. Perang dingin tersebut dinyatakan berakhir setelah pembubaran Uni Soviet pada akhir tahun 1991. Berakhirnya perang dingin memunculkan harapan baru bagi masyarakat dunia untuk mencapai perdamaian dunia tanpa mengalami lagi kekhawatiran atas bahaya perang. Adapun berbagai ketegangan dan konflik yang menjadi masalah internasional yang sampai hari ini terjadi sering dikaitkan dengan perang dingin yang pernah terjadi pada masa lalu.
     Istilah perang dingin yang pertama kali digunakan oleh George Orwell dalam artikelnya yang pernah dipublikasikan pada tahun 1945 untuk menjelaskan prediksinya tentang pergolakan dua atau tiga negara raksasa yang memiliki senjata nuklir, dan istilah ini menjadi sangat populer setelah digunakan oleh Bernard Baruch pada tahun 1947 untuk menjelaskan tentang ketegangan dunia yang terjadi akibat perlombaan senjata antara dua negara adikuasa saat itu, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Perang dingin yang berlangsung dari tahun 1947 dan berakhir seiring berakhirnya pula pemerintahan komunisme di Uni Soviet pada 25 Desember 1991 yang mana pada beberapa dekade sebelumnya negara-negara soviet mengalami politik ke arah liberal (lebih dikenal sebagai Glasnost dan Perestroika) yang dilakukan oleh Mikhail Gorbachev, pemimpin Uni Soviet saat itu.
Pakta Warsawa merupakan tonggak dasar kekuatan Blok Timur pada masa perang dingin. Akan tetapi pakta pertahanan ini berakhir pada 31 Maret 1991 dan diakhiri secara resmi pada 1 Juli 1991 di Praha, akibat ketidakpuasan dari masyarakat sipil dari negara-negara Blok Timur. Negara-negara yang dahulu berada di bawah naungan Pakta Warsawa pasca perang dingin mulai menentukan nasibnya masing-masing. Beberapa di antara mereka berpaling dari negara-negara timur lainnya dan malah bergabung dengan NATO. Sedangkan beberapa negara khususnya bekas pecahan Soviet bergabung pada Persemakmuran Negara-negara Merdeka (CIS).


C. Tampilnya Amerika Serikat sebagai Negara Adikuasa di Dunia
Pasca perang dingin di mana Uni Soviet yang telah berpuluh-puluh tahun menjadi rival Amerika Serikat akhirnya runtuh juga. Maka Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara adidaya di dunia yang kuat dari segala hal baik itu militer, ekonomi, dan politiknya menyebabkan Amerika Serikat selalu berusaha tampil di depan dalam setiap permasa lahan internasional. 
Sejak perang dingin, Amerika Serikat selalu berusaha turut ikut campur dalam perseteruan negara lain, seperti di Korea, Vietnam, hingga di Perang Teluk di Timur Tengah yang terus berlanjut hingga sampai saat ini.

1. Perang Teluk di Timur Tengah
Bubarnya Uni Soviet membuat Amerika Serikat makin percaya diri dalam melakukan politik luar negerinya tanpa perlu terancam oleh lawan tangguhnya. Awal tahun 1991 adalah masa-masa terakhir dari kekuatan Uni Soviet di Blok Timur, yang berarti akhir dari masa perang dingin di dunia. Pada masa suasana timur tengah sedang memanas akibat invasi Irak ke Kuwait sejak 2 Agustus 1990 yang dipimpin Saddam Hussein. Setelah invasi tersebut, Dewan Keamanan PBB memberikan sanksi ekonomi terhadap Irak. Bersamaan dengan hal tersebut pihak PBB yang dipimpin Amerika Serikat mendatangkan bantuan pasukan melalui Arab Saudi. Selain itu juga, George H.W. Bush (Presiden  Amerika  Serikat  saat  itu)  mulai mendesak para sekutunya untuk membantu Kuwait. Arab Saudi, Inggris, dan Mesir yang juga didesak oleh Amerika Serikat pada akhirnya mengirim pula bantuan serta pasukan dalam jumlah besar. Bahkan dalam perang ini Arab Saudi sendiri menyumbang dana paling besar yakni $29 miliar dari total $82miliar.
Konflik awal dalam mengusir pasukan Irak ialah dengan melakukan pemboman udara pada tanggal 17 Januari 1991 dan kemudian diikuti oleh serangan darat pada tanggal 23 Februari ditahun yang sama. Kedua langkah tersebut adalah kunci kemenangan dari pasukan koalisi yang berujung pada gencatan senjata pada tanggal 28 Februari 1991.
Dalam perang ini tidak ada data resmi berapa jumlah pasukan yang ada di wilayah perang. Akan tetapi dari beberapa sumber mengatakan bahwa ada lebih dari 700.000 pasukan koalisi dan 540.000 diantaranya adalah pasukan dari Amerika Serikat. Selain itu, pasukan Amerika Serikat yang gugur sendiri mencapa 100 ribu jiwa. Sedangkan dari pihak Irak hanya 60 ribu jiwa.
Penyebab dari perang ini sebenarnya berdasarkan dugaan Irak bahwa Kuwait mengontrol turunnya harga minyak dunia sehingga menyebabkan perekonomian Irak terpuruk. Tapi tentang Amerika Serikat yang sengaja membantu Kuwait didugaan dengan alasan ekonomi-politik di mana pihak manapun pun telah menyadari bahwa Irak adalah salah satu penghasil minyak terbesar di dunia dan Amerika Serikat ingin menguasainya. 
Setelah perang ini berakhir, banyak sekali dampak serta akibat yang terjadi khususnya wilayah Timur Tengah. Perang Teluk merupakan sebuah awal di mana Amerika Serikat dapat menunjukkan taringnya di wilayah Timur Tengah dengan segala kekuatannya yang dimiliki sebagai negara adidaya di dunia.

2.  September Hitam 2001
Pada 11 September 2001 lalu di World Trade Centre, Amerika Serikat, telah memakan banyak korban jiwa, dan kemudian peristiwa tersebut dituduhkan pada jaringan teroris Al-Qaeda. Rincian peristiwanya adalah sebegai berikut. Dimulai saat dini hari di tanggal 11 September 2001, para pembajak yang berjumlah 19 orang dan diduga berasal dari kelompok Al-Qaeda membajak 4 pesawat terbang komersial. Pesawat terbang pertama adalah United Airlines 175 dan 11 yang berangkat dari Boston dibajak dan diterbangkan menuju New York, selanjutnya adalah America Airlines 93 dan 77 yang dibajak. Pada saat jam  08.46 waktu  setempat,  America  Airlines  11 dihantamkan ke menara Utara WTC dan selanjutnya adalah   menara   selatan   WTC   dengan   America  Airlines 175. Dua pesawat lainnya yaitu America Airlines 77 berusaha menabrak Pentagon dan America Airlines 93 jatuh di kawasan hutan Pennsylvania setelah para penumpang melawan para pembajak. Menurut Amerika Serikat, alasan pihakAl-Qaeda melakukan penyerangan tersebutkarena mereka tidak suka dengan kebijakan Amerika Serikat menyangkut Israel yang secara langsung merugikan umat muslim. Banyak sekali korban yang jatuh dalam kejadian ini dan menurut data yang ada hanya 1600-an jenazah yang bisa diidentifikasi. Atas kejadian tersebut, banyak sekali masyarakat dunia yang mencibir Islam karena aksi yang dilakukan Al-Qaeda sehingga terjadi banyak tindakan kekerasan dan diskriminasi terhadap warga muslim di dunia.

3. Perjuangan Memerangi Terorisme
Dengan dalih memerangi terorisme, Amerika Serikat mulai menyerang bumi Afghanistan. Alasan AS melakukan invasi ke Afghanistan adalah untuk membalas tragedi September Hitam  pada 2001 yang dituduhkan telah dilakukan oleh Al Qaeda dan mereka pun percaya bahwa basis Al-Qaeda berada di Afghanistan, sehingga mereka merasa perlu untuk menumpas habis kelompok teroris-teroris tersebut langsung ke Afghanistan.
Penyerangan ke Afghanistan yang dimulai pada tanggal 7 oktober 2001 ini dinama operasi Enduring freedom. Tujuan dari operasi ini adalah untuk menangkap Osama Bin Laden yang diduga pemimpin Al Qaeda serta para kaki tangannya. Dan dalam hitungan minggu, pasukan Amerika Serikat dengan dibantu pasukan dari Inggris telah mampu menggulingkan kekuasaan kelompok Taliban di kota Kabul. Beberapa akibat dari invasi ini adalah tidak adanya pemerintahan resmi milik rakyat Afghanistan. Pada tahun 2004 Amerika Serikat mendirikan pemerintahan sementara untuk Afghanistan yang dipimpin oleh Hamid Karzai. Hingga hari ini, pihak Amerika Serikat dan Inggris masih beradu kekuatan dengan pasukan Taliban di Afghanistan untuk memperebutkan wilayah kekuasaan.

4. Invasi Amerika Serikat ke Irak
Belum lama penyerangan Amerika Serikat ke Afghanistan, pada tanggal 20 Maret 2003, Amerika Serikat menyertakan Inggris, Australia dan Polandia secara sepihak mulai menyerang Irak untuk meruntuhkan rezim Saddam Hussein dengan alasan bahwa kebijakan politik Irak dapat mengancam keamanan dunia di mana Irak dituduh telah membuat senjata rahasia pemusnah masal berbahan dasar biokimia yang berbahaya, yang hingga akhir ini senjata yang dituduhkan Amerika Serikat atas Irak itu tidak terbukti keberadaannya. Pada 1 April 2003 pun akhirnya Baghdad pun jatuh ke tangan Amerika Serikat. Puncaknya adalah saat Saddam Husein berhasil ditangkap pasukan Amerika Serikat di Tikrit pada tanggal 5 November 2006. dan Saddam pun dieksekusi mati pada tanggal 30 Desember di tahun yang sama.
Ketika pemerintah Amerika Serikat diminta oleh banyak pihak untuk menarik pasukannya dari Irak, Presiden Bush saat itu yang memimpin komando atas invasi ke Irak tersebut malah menjawab bahwa jika pasukan Amerika Serikat ditarik kembali maka akan memungkinkan perang antara kaum ekstrim Syiah sokongan Iran dengan kaum ekstrim Suni dukungan Al-Qaeda. Padahal jelas-jelas terlihat bahwa dengan membiarkan pasukan Amerika Serikat di Irak tersebut tak lain demi kepentingan politik untuk menguasai kerajaan minyak dunia.6 


D. Kebangkitan Rusia Pasca Komunisme
Rusia merupakan negara pewaris utama peninggalan Uni Soviet. Setelah dibubarkannya Uni Soviet oleh Mikhail Gorbachev pada 25 Desember 1991, Rusia mengalami kemelut politik yang mendasar terutama tentang nasib bangsa yang besar ini. Selama pemerintahan Boris Yeltsin, yaitu pemimpin Rusia setelah Mikhail Gorbachev, hingga 1993 Rusia masih mencari jalan mana yang akan dipilih untuk dijadikan acuan ke depannya, apakah kembali pada sistem imperium Rusia seperti masa lalu, atau melaksanakan sistem sosialisme soviet, atau malah menggunakan demokrasi barat. Demokrasi sebagai landasan dalam perestroika memaksa bangsa Rusia sendirilah yang patut memilih jalannya. Meski secara de jure partai komunis pasca Uni Soviet masih eksis, akan tetapi dari hasill pemilihan umum yang kemudian dilakukan, partai komunis di Rusia selalu kalah baik pada saat pemilihan yang dimenangkan Boris Yeltsin maupun ketika pemilihan yang dimenangkan Vladimir Putin sebagai penerus upaya reformasi yang dikedepankan Boris Yeltsin.
Rusia yang telah mengalami krisis ekonomi yang parah pada awal pemerintahan Boris Yeltsin bersamaan dengan diproklamirkannya RSFSR (Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia) sejak 12 Juni 1990 mengakibatkan banyak pengangguran di mana-mana. Boris Yeltsin berupaya keras untuk melakukan reformasi di dalam perkembangan Rusia yang di kemudian hari tanpa Uni Soviet. Akan tetapi puncak reformasi di Rusia mulai terasa ketika Rusia berada di bawah pemerintahan Vladimir Putin. Selama dua dekade menjabat sebagai presiden,  Putin   telah membawa   kembali   Rusia   menuju   kebangkitannya.  Rusia  yang dahulunya memiliki banyak hutang kini telah terbayar, bahkan telah memupuk kembali cadangan devisa di negara tersebut. 
Tak hanya di bidang ekonomi, di bawah Vladimir Putin bidang religi di Rusia pun berkembang pesat dan dapat dirasakan bahwa Rusia di bawah Uni Soviet sangat kering akan nafas religius, tapi Federasi Rusia kini bahkan membantu meningkatkan ruh-ruh keagamaan di masyarakat Rusia. Penduduk Rusia yang mayoritas beragama kristen ortodoks dan Islam kini mulai membangun kembali gereja-gereja dan masjid-masjid mereka yang telah rusak atau digunakan tidak sesuai fungsinya ketika rezim Uni Soviet berkuasa. Pada akhirnya mereka dapat kembali melaksanakan kegiatan keagamaannya tanpa harus sembunyi-sembunyi, bahkan lebih dari itu, mereka juga diperbolehkan untuk mengadakan tokoh-tokoh beragama untuk serta dalam kegiatan politik.
Atas reformasi di segala bidang tersebut, Rusia mulai mencoba kembali mengangkat kejayaan negeri layaknya Uni Soviet dahulu. Penguatan di bidang ekonominya juga diperkuat dengan militer yang telah banyak dimiliki warisan dari Uni Soviet terdahulu menjadikan Rusia memiliki potensi yang besar untuk menjadi negara adidaya menyaingi Amerika Serikat. Dalam bidang politik internasionalnya di sekitar wilayahnya, Rusia bersama negara-negara pecahan Uni Soviet lainnya bergabung dalam CIS atau SNG (Sodruzhestvo Nezasimikh Gosudarstv) atau mudahnya yakni “Persemakmuran Negara-negara Merdeka” yang memungkinkan Rusia mendapat dukungan kuat dari negara-negara bekas Uni Soviet di sekitarnya dalam melaksanakan politiknya.


E. Kebangkitan Asia: Kekuatan-Kekuatan Baru di Dunia
Setelah beberapa tahun berlalu, perang dingin menyisakan beberapa masalah baru di dunia, baik itu krisis ekonomi sampai krisis politik. Adapun negara-negara lain yang tidak terlibat langsung dengan berbagai konflik pada saat perang dingin memanfaatkan peluang dan potensi yang dimiliki untuk menyusun kekuatan baru seoptimal mungkin.
Jepang, sejak kekalahannya pada Perang Dunia II seakan berangkat dari titik nol untuk menjadi negara maju seperti sedia kala. Pasca pemboman yang dilakukan Amerika Serikat di dua kota pentingnya, yakni Hiroshima dan Nagasaki, seakan Jepang tak ingin lagi terlibat konflik militer internasional yang pelik, kecuali tentang keamanan di sekitar dan perebutan wilayah yang sejak awal memang telah jadi masalah sejak awal. Jepang berusaha memperbaiki kondisi ekonominya dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan kemajuan teknologi di negerinya. Dengan  teknologi  yang  berkembang  dengan  sangat cepat, maka dalam beberapa puluh tahun saja 
Jepang telah dikenal kembali di mata dunia sebagai negara yang maju bahkan menjadi negara superior di wilayah Asia.
     Lain halnya dengan Jepang, lima puluh tahun pasca perang dengan saudaranya, yakni Korea Utara di masa perang dingin, Korea Selatan yang didukung Amerika Serikat mulai bangkit dan selalu membayang-bayangi Jepang dalam hal kemajuan teknologi dan peningkatan kegiatan ekonominya. Kemajuan Korea Selatan ini dapat dilihat dari banyaknya cabang perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang didirikan di berbagai negara, mengakibatkan Korea Selatan dengan mudah mendapat perhatian dunia. 
Dua negara yang telah dijelaskan di atas hanya sebagian saja. Tapi pada kenyataannya, dengan berakhirnya perang dingin ini, kekuatan-kekuatan baru di dunia baik dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer mulai berkembang di negara-negara tertentu, khususnya negara-negara di Asia. Tak hanya Jepang dan Korea, di negara-negara Asia pun mulai bermunculan negara yang kini telah maju, seperti Singapura yang sangat maju dan sangat dominan terhadap perekonomian di Asia Tenggara, Cina dan Taiwan yang sangat kuat sisi perekonomian di negaranya, India dan Iran yang memiliki teknologi nuklir yang berpotensi meningkatkan laju perkembangan ekonomi dan militer di negaranya, dan lan sebagainya. Bahkan Cina kini dianggap sebagai kekuatan terbesar di Asia bahkan dunia, yang mana memiliki cadangan devisa negara terbanyak di dunia serta memiliki kekuatan militer yang sangat kuat.

F. Kemajuan Iptek Dunia: Warisan Perang Dingin
Perang dingin selain memacu kedua blok memperkaya kekuatan militernya juga memacu Uni Soviet dan Amerika Serikat untuk berlomba juga dalam mengedepankan teknologi antariksanya. Dan setelah akhir masa perang dingin, selain kedua negara tersebut di atas, kemajuan teknologi antariksa juga mulai disusul oleh negara-negara lainnya di dunia.
     Pada akhir masa perang dingin pemimpin Cina telah berusaha untuk meningkatkan teknologi pesawat antariksa untuk meningkatkan semangat nasional negaranya. Uni Soviet yang waktu itu menjadi partnernya sejak masa perang dingin di kemudian hari dilanjutkan dengan Rusia sebagai partnernya. Pada 1996 adalah masa di mana tahap perancangan pesawat tersebut dan astronot Cina sudah dilatih di Pusat Pelatihan Kosmonot Yuri Gagarin di Rusia. Dan pada 1998 pengembangan peluncur pesawat luar angkasa model baru CZ-2F sebagai pesawat luar angkasa dan pembangunan Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan telah diselesaikan. Pada 1999, Cina telah berhasil meluncurkan  pesawat  tak  berawaknya,  dan  dilanjutkan  dengan misi-misi selanjutnya pada bulan Maret dan Desember 2002, pada Oktober 2003, dan pada Oktober 2005.12
     Fakta fakta di atas dapat kita pahami bahwa perang dingin sangat berpengaruh terhadap kemajuan teknologi di dunia dan salah satunya adalah Cina. Peluncuran pesawat-pesawat antariksa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet membuat sebuah fenomena yang baru di bumi ini, sampai kedua negara superpower tersebut berlomba-lomba menampilkan keunggulan teknologi antariksanya. Hal ini tidaklah berlebih-lebihan karena justru banyak membawa manfaat baik bagi dunia karena bisa mengeksplorasi dunia baru - luar angkasa. Dalam hal ini Cina yang perekonomiannya sangat stabil kini telah bangkit dan siap menjadi negara superpower selanjutnya dan disusul pula dengan negara-negara lainnya.


G. Kesimpulan
Perang dingin merupakan sebutan bagi ketegangan dunia pasca Perang Dunia II yang diikuti perang-perang regional di tempat tertentu yang mana melibatkan dua kekuatan besar dunia antara Blok Timur yang didukung Uni Soviet dengan Blok Barat yang didukung Amerika Serikat. Perang dingin berakhir setelah Uni Soviet dibubarkan. Berakhirnya perang dingin berarti berakhir pula ketegangan antara Uni Soviet dengan Amerika Serikat. Dunia baru yang diharapkan untuk dapat hidup lebih nyaman tanpa ketegangan akibat kekhawatiran akan terjadi perang, ternyata tidak dinikmati oleh setiap negara. Beberapa negara masih mengalami konflik dan ketidakpastian dalam menjalankan kehidupan bernegaranya. Bahkan setelah Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara adidaya yang tanpa tandingan, bertindak semena-mena tanpa mendapat sanksi yang nyata dari PBB yang dikuasai Amerika Serikat sendiri atas kebijakan politik luar negerinya yang mana beberapa di antaranya yakni melakukan invasi ke berbagai tempat di dunia demi keuntungan politik dan ekonominya. Rusia sebagai pewaris utama Uni Soviet berusaha bangkit dari berbagai macam krisis di negaranya setelah Uni Soviet dibubarkan. Di bawah pemerintahan Vladimir Putin, Rusia melakukan reformasi di berbagai bidang dan hingga kini Rusia seakan berusaha terus meraih kembali kekuatan yang dahulu pernah dimiliki Uni Soviet. Berakhirnya perang dingin juga memberi peluang besar bagi negara lainnya untuk berkembang dan memajukan negaranya masing-masing. Negara-negara di Asia mulai berusaha untuk maju dan bersaing khususnya di bidang teknologi dan ekonominya. Beberapa negara Asia, terutama Cina mulai menjadi negara super yang mungkin akan menjadi tandingan negara kuat seperti Amerika Serikat. Pada masa perang dingin di mana kedua negara baik Uni Soviet maupun Amerika serikat, selain berlomba-lomba dalam meningkatkan kekuatan militer, ekonomi, dan politiknya, mereka juga berusaha untuk meningkatkan teknologi di nengaranya. Salah satunya adalah perkembangan teknologi antariksa dengan cepat pada masa perang dingin membuat teknologi tersebut menjadi sangat berguna bagi manusia sampai saat ini. Pada akhirnya dapat diketahui bahwa perang dingin memberikan selain memberikan dampak buruk, ternyata juga memberi dampak baik terhadap perkembangan dunia.




Daftar Pustaka

Fachrurodji, A. 2005. Rusia Baru menuju Demokrasi. Jakarta: Yayasan Obor.

Hamied, Dachlan Abdul. 2010. Harga Demokrasi antara Baghdad dan Jakarta. Jakarta: LASPI & Centralis Press.

Himawan. 2009. Panduan Lengkap Belajar Bahasa Korea. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

The New Fontana Dictionary of Modern Thought, edisi ketiga. 1999.




Sumber dari Internet:

Toruan, Denis L. Perkembangan Program Antariksa Cina  Pasca Perang Dingin. http://www.scribd.com/doc/3293066/Perkembangan-Program-Antariksa-China-Pasca-Perang-Dingin. Diakses pada 23 Februari 2011, pukul 07.22 WIB.

http://bbc.co.uk/2/hi/middle_east/country_profiles_737483.htm; diakses pada 22 Februari 2011, pukul 01.24 WIB

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/614785/Union-of-Soviet-Socialist-Republics diakses pada 22 Februari 2011, pukul 16.31 WIB.

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/125110/Cold-War; diakses pada 22 Februari 2011, pukul 16.56 WIB

http://e-r.info/?p=4334; diakses pada 22 Februari 2011, pukul 01.12 WIB

http://historyguy.com/gulfwar2.html; diakses pada 22 Februari 2011, pukul 01.41 WIB

http://ohiohistory.central.org/entry.php?rec=1617; diakses pada 22 Februari 2011, pukul 01.16 WIB

http://qitori.wordpress.com/2007//australia_akui_ada_minyak_dibalik_invasi_irak; diakses pada 22 Februari 2011, pukul 01.03 WIB 



Keterangan: Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah "Sejarah Dunia" di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (2011). Tim penyusun tulisan: Donny Oktaviano, Maulana Yodha Permana, Tikas Wahyu Haryono

Oligarki Rusia

4/29/2011 11:16:00 AM Posted by Maulana Yodha Permana , No comments


Para konglomerat di Rusia dari zaman Yeltsin hingga Putin

oleh Maulana Yodha Permana

     Setelah Uni Soviet mengalami disintegrasi, Rusia kemudian menjadi Negara Federasi dengan Boris Yeltsin sebagai presiden pertamanya. Sejak itu pula sistem pemerintahan serta sistem perekonomian di Rusia berubah dengan sangat drastis dari sistem sebelumnya, yakni sistem komando ke arah sistem yang lebih bebas - sistem liberal. Segala cara yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian Rusia saat itu mulai dicoba satu-persatu, seperti dengan liberalisasi harga, melakukan privatisasi perusahaan-perusahaan, reformasi bank dan pajak, dan lain sebagainya. Dikarenakan masyarakat Rusia belum banyak tahu juga belum banyak pengalaman tentang ekonomi yang bersifat bebas ini, maka orang-orang tertentu yang lebih mengerti bisnis memanfaatkan kesempatan ini sebesar-besarnya. Merekalah yang di kemudian hari disebut dengan "oligarki".
     Sejak Uni Soviet dipimpin oleh Mikhail Gorbachev dengan kata-katanya yang terkenal "Glasnost, Perestroika, dan Demoktratiya", telah mulai mengarahkan negeri itu pada arah kebebasan. Beberapa orang terutama yang nantinya menjadi para oligarki memanfaatkan momen perestroika ala Gorbachev dan telah memulai dalam memahami konsep liberalisasi terutama dalam hal wirausaha serta berbagai macam bisnis lainnya. Pada puncaknya di mana ketika Rusia benar-benar terlepas dari sistem komunisme ala Uni Soviet, mereka telah siap untuk mengalir dalam sistem ekonomi liberal serta mulai mengawali karir mereka dengan menguasai perusahaan-perusahaan besar yang menjadi termasuk ke dalam perusahaan berupa sumber-sumber yang penting bagi kehidupan orang banyak di negara tersebut, seperti halnya perusahaan listrik, minyak, gas dan lain sebagainya.
     Pada zaman pemerintahan Boris Yeltsin, terdapat beberapa nama yang dianggap telah menjadi kaum oligarki yang berhasil, di antaranya adalah Boris Berezovsky, Mikhail Khodorkovsky, Vladimir Potanin, Aleks Konanykhin, dan Mikhail Fridman.

Boris Berezovsky
     Lahir pada 23 Januari 1946 di Moskow sebagai Boris Abramovich Berezovsky dari pasangan Abram Markovich Berezovsky, seorang insinyur sipil berdarah Yahudi dengan seorang wanita bernama Anna Gelman. Ia bersekolah di sebuah Institut Teknik di Moskow, mengambil bidang matematika dan berhasil meraih gelar doktornya pada 1983. Ia lulus pada tahun 1969, kemudian bekerja sebagai insinyur dari 1969 hingga pada 1987 ia telah mendapat bagian sebagai asisten di sebuah penelitian, kemudian menjadi peneliti, dan selanjutnya ia mengepalai sebuah departemen di Institut Manajemen Permasalahan di
     Akademi Sains Uni Soviet. Ia juga telah melakukan penelitian dan telah mempublikasikan 16 buku dan artikel-artikelnya antara tahun 1975 hingga 1989.
Berezovsky yang dikenal juga sebagai Platon Elenin ini memulai keberhasilannya dalam memanajeri perusahaan besar yang hampir bangkrut, Avtovaz. Pada awal tahun 1990, di mana ketika situasi kriminal sedang gencar-gencarnya di Moskow, Berezovsky memanfaatkan para gangster yang ada di Moskow dengan membayar mereka untuk melindungi bisnisnya serta dirinya. Ia menggunakan cara apapun meski tindakan kriminal sekalipun demi mempertahankan bisnisnya.
     Setelah berbagai masalah yang ia dapatkan mengenai keamanan dan keselamatannya, pada tahun 1994 Berezovsky mulai melepaskan diri atas ketergantungannya tentang perlindungan dirinya dari pada gangster. Sampai akhir pemerintahan Yeltsin, Berezovsky telah mendapatkan banyak keuntungan dari perusahaan-perusahaan besar seperti AutoVAZ, Aeroflot, dan beberapa perusahaan minyak. Ia pun beberapa kali terlibat dalam bidang politik di Rusia dan pernah menjadi pimpinan pendukung partai politik liberalisasi ekonomi di Rusia dan juga pernah mendukung kepresidenan Yeltsin pada 1996 melalui beberapa media televisi di Rusia. Pada tahun tersebut, penghasilannya mencapai 2,5 milyar Rubel (US$ 430,000).

Mikhail Khodorkovsky
     Mikhail Borisovich Khodorkovsky lahir pada 26 juni 1963 di Moskow. Ia pernah bersekolah di Mendeleev Institute of Chemical Technologies juga di Plekhanov Institute of National Economy. Pada masa pemerintahan Gorbachev, ia pernah menjadi Wakil Kepala Komsomol di Moskow dan Direktur NTTM. Ia juga yang pertama kali mendirikan bank Swasta di Uni Soviet.
     Pada zaman Yeltsin, Khodorkovsky diangkat menjadi Wakil Menteri Energi di Rusia serta menguasai perusahaan minyak besar Yukov yang kemudian bergabung dengan Sibneft milik Berezovsky. Pendapatan yang Khodorkovsky mencapai US$ 500.000.000 pada 2004.

Vladimir Potanin
     Vladimir Olegovich Potanin lahir 3 Januari 1961 di Moskow. Ia terlahir dari keluarga komunis tulen. Potanin lulus dari MGIMO (Moscow State Institute of International Relations) pada 1983. Ia kemudian bekerja di FTO “Soyuzpromexport” bersama Menteri Perdagangan Asing di Uni Soviet. Akan tetapi, ketika perestroika, Potanin berhenti dari pekerjaannya dan pada 1991 ia membentuk asosiasi privat di Rusia “Interros” berdasarkan kecakapannya yang ia dapatkan dari pekerjaannya sebelumnya serta hubungan yang ia miliki terhadap orang-orang penting di Rusia.
     Pada 1993, Potanin menjadi Presiden Persatuan Bank Ekspor Impor. Dari 14 Agustus 1996 hingga 17 Maret 1997, ia bekerja sebagai Deputi Perdana Menteri Pertama di Federasi Rusia. Sejak Agustus 1998, Potanin memegang posisi sebagai Presiden dan Ketua Dewan Direktur Perusahaan Interros. Interros yang dipegangnya tersebut memiliki pengaruh sebesar 25% atas Nikel Rusia – Norilsk Nickel, juga menguasai perusahaan RUSAL, Alamak Espana Trade, dan Perusahaan Metalloinvest. Data terakhir pada tahun 2011 kekayaannya mencapai US$ 17,8 milyar.

Aleks Konanykhin
     Aleks Konanykhin lahir pada tanggal 25 september 1966 di Ostashkov, Rusia. Ia merupakan lulusan dari Institut Fisika dan Teknologi Moskow. Pada tahun 1991 Konanykhin mendirikan Bank Exchange Rusia yang di kemudian hari menjadi lembaga pertama yang menerima penjualan mata uang pada zaman pemerintahan Yeltsin.
     Pada tahun 1992, konanykhin menjadi salah satu delegasi bersama Yeltsin menuju Washington, Amerika Serikat, di mana mereka bertemu dengan Presiden George Bush, lalu ke Kanada dan bertemu dengan Perdana Menteri Brian Mulroney. Konanykhin, merupakan Oligarki pertama setelah disintegrasi Uni Soviet. Ia pun pernah membangun bisnis periklanan yang sukses di New York dan terpilih menjadi “New York Businessman of the Year”.

Mikhail Fridman
     Mikhail Maratovich Fridman terlahir dari keluarga Yahudi di Ukraina pada 21 April 1964. Ia menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1987 di sebuah Institut Baja di Moskow. Setelah itu ia bekerja di Misa pada tahun 1986 sampai 1988 dan dilanjutkan dengan pekerjaannya sebagai insinyur dan desainer di sebuah pabrik Elektrostal di Moskow.
     Sejak 1996 ia sering memberi dana pada orang-orang Yahudi di Eropa melalui Kongres Yahudi Rusia yang ia dirikan pada tahun itu. Fridman juga mendirikan Alfa Group Consortium, sebuah perusahaan yang mengendalikan Bank Alfa, Alfa Modal, perusahaan minyak Tyumen, dan beberapa perusahaan besar lainnya. Pada tahun 2000 ia terpilih sebagai annggota dewan Persatuan Pengindustri dan Pengusaha Rusia (RSPP).
     Selepas masa kepresidenan Yeltsin yang dilanjutkan ke masa kepresidenan Putin, muncul nama-nama Oligarki baru di Rusia. Selain Vladimir Olegovich Potanin yang tetap terkenal dengan ke-oligarki-annya di zaman Putin, muncul pula di antaranya nama-nama seperti Roman Arkadyich Abramovich, Oleg Vladimirovich Deripaska, Mikhail Dmitrich Prokhorov, Roustam Tariko dan Aleksandr Lebedev.

Roman Abramovich
     Roman Arkadyich Abramovich lahir pada 24 Oktober 1966 dari sebuah keluarga Yahudi di Lithuania. Ia awalnya belajar di sebuah Institut Industri di Ukhta. Selepas menyelesaikan studinya, pada tahun 1992 sampai 1995, Abramovich mendirikan perusahaan yang bertindak sebagai perantara jual-beli minyak. Ia pun melakukan kerjasama dengan Boris Berezovsky untuk membeli saham pengendali dari perusahaan minyak Sibneft sebesar US$ 100.000.000 pada tahun 1995.
     Pada 1999, Abramovich mulai berkutat pada kegiatan politik. Ia terpilih menjadi gubernur Provinsi Chukotka, Rusia, dan melalui jabatannya itu ia mengadakan pembangunan di berbagai wilayah di Chutka juga memberi bantuan kepada oranng-orang miskin di wilayahnya. Setelah lepas dari karirnya sebagai gubernur, ia mulai fokus kembali pada kegiatan bisnis-bisnis lainnya.

Oleg Deripaska
     Oleg Vladimirovich Deripaska lahir pada 2 januari 1968 di Dzerzhinsk, di Oblast Nizhny Novgorod, tapi dibesarkan di Ust-Labinsk di Krai Krasnodar. Ia pernah studi di Universitas Negeri Moskow (MGU) pada tahun 1993 dan selesai sebagai lulusan terbaik di bidang fisika. Deripaska mendapat gelar ahli ekonomi dari Akademi Ekonomi Plekhanov Rusia. Ia kemudian menjadi manajer umum di Sayanogorsk Smelter dari tahun 1994 hingga tahun 1997, setelah itu menjadi presiden Grup Investasi Industri Alumunium Sibirsky sampai tahun 2001. Ia pun merupakan pejabat eksekutif Rusia dari perusahaan elemen dasar juga sebagai anggota Dewan Direksi CEO dari sebuah perusahaan industri alumunium Rusia (RUSAL).
     Pada bulan April 2007, Deripaska memiliki 25% (€ 1,05 milyar) penghasilan dari perusahaan konstruksi Austria Strabag yang dimiliki oleh Hans-Peter Haselsteiner, sebuah perusahaan terbesar keenam di Eropa. Lalu pada tahun 2007, Ketua Magna International, Frank Stronach menjadikan Deripaska menjadi mitra strategisnya.

Mikhail Prokhorov
     Mikhail Dmitrich Prokhorov lahir pada 3 Mei 1965. Ia menyelesaikan studinya pada tahun 1989 sebagai salah satu lulusan terbaik dari Universitas Keuangan Rusia di Moskow. Setelah itu ia bekerja di Bank Internasional, menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Perusahaan Internasional (MFK). Lalu dari tahun 1992 sampai 1993 ia menjadi Ketua Saham Gabungan dari Bank Perusahaan Keuangan Komersial Internasiona dan pada 1993 ia menjadi Ketua Bank Onexim. Karirnya berlanjut pada tahun 1998, ia menjadi anggota Dewan Direksi HK “Interros”. Pada 13 April 1996, ia diangkat sebagai anggota Dewan Direksi Negara. Melalui perusahaan Onexim yang ia miliki, ia pun mengakuisisi perusahaan Norilsk Nikel, perusahaan minyak Sidanco, dan perusahaan-perusahaan besar lainnya. Pada pertengahan tahun 2001, Prokhorov ditunjuk sebagai Dirjen OJSC MMC Norilsk Nickel dan menjabat sebagai Kepala Norilsk Nikel.

Rustam Tariko
     Rustam Vasilyevich Tariko lahir pada 17 Maret 1962 di Menzelinsk, Tatar SSSR, Uni Soviet. Ia terlahir dari keluarga muslim beretnis Tatar yang dikemudian hari dikenal sebagai "Raja Vodka" karena telah sukses dalam mendirikan Standard Vodka Rusia, Vodka Premium Rusia. Pada usia 17 tahun, ia pindah ke Moskow dan berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 1989 di Fakultas Ekonomi, Institut Kereta Api Moskow dan mendapat gelar MBA dari INSEAD di Prancis pada tahun 2000. Setelah lulus, ia mulai bergerak sendiri dalam membangun bisnisnya yang benar-benar dari nol yang semakin naik karirnya dari tahun ke tahun. Di kemudian hari ia berhasil dalam mendirikan Bank Standard Rusia, Asuransi Standard Rusia, dan juga bergerak sebagai produsen besar vodka sampai bisnis penjualan coklat dan martini ke negara-negara di Eropa. Pada tahun 2009, Tariko telah memiliki pendapatan sebesar US $ 1,1 miliar dan US$ 1.4 miliar pada tahun 2010.

Aleksandr Lebedev
     Alexandr Yevgenievich Lebedev lahir di Moskow pada 16 Desember 1959 dari keluarga yang merupakan bagian dari intelektual Moskow. Pada tahun 1977, Alexander Lebedev masuk ke Jurusan Ekonomi di Moscow State Institute of International Relations. Setelah lulus pada tahun 1982, Lebedev lalu bekerja di Institut Ekonomi Sistem Sosialis Dunia. Setelah itu ia dipindahkan ke Direktorat Utama bagian Intelijen Luar Negeri (KGB) dan bekerja di sana sampai tahun 1992.
     Setelah meninggalkan dunia intelijen, Lebedev mulai bergerak dalam bidang bisnis, dan mendirikan perusahaan Inverstasi Keuangan Perusahaan di Rusia. Pada tahun 1995 ia membeli National Reserve Bank, sebuah bank Rusia yang sedang berada dalam ambang kebangkrutan. Akan tetapi Bank itu kemudian tumbuh pesat dan bisa bertahan pada krisis keuangan tahun 1998 bahkan sekarang telah menjadi salah satu bank terbesar di Rusia. Ia juga kemudian turut ambil bagian dalam kepemilikan surat kabar “Rusia Novaya Gazeta” juga empat surat kabar Inggris.
     Pada tahun 2003, Lebedev terjun dalam bidang politik. Ia menjadi salah satu calon untuk pemilihan pemimpin Kotamadya Moskow dan Duma Negara. Ia kemudian mendapat kursi di Duma sampai tahun 2007. Beberapa peristiwa menjadikan partai Rodina yang dia ikuti melebur ke dalam sosialis yang lebih besar “Koalisi Fair Rusia”, tapi kemudian ia menjadi salah satu pemimpin di partai tersebut.
Pada bulan Maret 2009, Lebedev menyatakan bahwa ia akan mencoba untuk menjadi walikota Sochi, sebuah kota di Rusia yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2014. Akan tapi keinginannya tersebut gagal karena beberapa ia mendapat beberapa kasus yang berurusan dengan hukum.




=============================================================

Daftar Pustaka

Referensi dari Buku

Fahrurodji, A. 2005. Rusia Baru Menuju Demokrasi. Yayasan Obor: Jakarta.

Saragih, Simon. 2008. Bangkitnya Rusia. PT. Kompas Media Nusantara: Jakarta.

Alkatiri, Zefry. 2007. Transisi Demokrasi di Negara Rusia. Komunitas Bambu: Jakarta.


Referensi dari Internet

Berezovsky Wanted Interpol. (Diakses melalui http://russianlaw.org/berezovsky_wanted_interpol.htm pada Rabu 27 April 2011 pukul 14.25 WIB).

Boris Berezovsky: Backgrounder. (Diakses melalui http://russianlaw.org/berezovsky_wanted_interpol.htm pada Rabu 27 April 2011 pukul 17.12 WIB)

Caroline Frost. Roman Abramovich: Profile. (Diakses melalui http://www.bbc.co.uk/bbcfour/documentaries/profile/abramovich.shtml pada Rabu 27 April 2011 pukul 15.11 WIB).

Godfather of the Kremlin: Boris Berezovsky and the Looting of Russia. (Diakses melalui http://findarticles.com/p/articles/mi_m1316/is_10_32/ai_66495297/?tag=content;col1 pada Rabu 27 April 2011 pukul 14.33 WIB).

Meier, Andrew. Who Fears a Free Mikhail Khodorkovsky? (Diakses melaluihttp://www.nytimes.com/2009/11/22/magazine/22khodorkovsky-t.html pada Rabu 27 April 2011 pukul 16.12 WIB)

Mikhail Fridman. (Diakses melalui http://www.forbes.com/finance/lists/10/2004/LIR.jhtml pada Rabu 27 April 2011 pukul 14.45 WIB)

Oleg Vladimirovich Deripaska. (Diakses melalui http://www.peoples.ru/state/rich/deripaska/ pada Rabu 27 April 2011 pukul 14.49 WIB).

Pribylovskij. Происхождение путинской олигархии. Президентское окружение: досье, связи, возможные назначения. (Diakses melalui http://www.democracy.ru/article.php?id=990 pada Rabu 27 April 2011 pukul 16.10 WIB)

Watkins, Thayer., dkk. The Russian Oligarchs of the 1990's. (Diakses melalui http://www.applet-magic.com/oligarchs.htm pada Rabu 27 April 2011 pukul 14.32 WIB).



Keterangan: Tulisan ini dibuat untuk tugas Mata Kuliah "Sejarah Uni Soviet dan Federasi Rusia" di Program Studi Rusia - FIB - UI - 2011