Pada zaman dahulu kala, di sebuah desa di Ukraina....
Hidup seorang lelaki yang memiliki seekor anjing yang sangat setia, Sirko namanya. Tetapi hari demi hari, Sirko pun menjadi tua, dia melemah dan selalu membuat kacau. Akhirnya, tuannya menendangnya keluar kemudian mengusir Sirko dari rumah. Dengan sedih, Sirko meninggalkan rumah tuannya, dan berjalan tak tentu arah.
"Aku telah melayani tuanku selama bertahun-tahun dan mengawasi rumahnya" katanya pada dirinya sendiri, "Dan sekarang aku sudah tua dan lemah, dia menjadi benci padaku."
Ketika ia sedang berjalan sambil murung mukanya, memikirkan nasibnya yang sial itu, tiba-tiba datang kepadanya seekor serigala.
"Hei! Mengapa wajahmu murung, wahai pengembara?" tanya serigala.
"Tak ada yang bisa kulakukan lagi, karena tuanku telah mencampakkanku keluar dari rumah," jawab Sirko.
"Hmmm, aku kira aku bisa membantumu, jika kau mau." kata serigala. "Jika kamu melakukan apa yang kukatakan, tuanmu pasti akan menerimamu lagi."
"Baiklah, kalau begitu, dengarkan aku. Aku selalu memerhatikan kegiatan tuanmu dan istrinya setiap harinya ketika mereka pergi ke ladang, dan yang aku tahu sebentar lagi mereka akan pergi ke ladang untuk memanen hasil ladangnya, istrinya biasa meletakkan bayinya di dekat tumpukan jerami. Sementara bayinya tidur, ia pergi membantu suaminya."
"Sekarang, kau harus berdiam diri dekat dengan jerami itu. Selanjutnya aku akan datang membawa bayi itu dan membawanya pergi, lalu kau harus mengejarku dan mengambilnya kembali sambil berpura-pura melawanku. Lalu aku akan berpura-pura takut dan aku akan menyerah!"
Waktu untuk menuai gandum datang. Tuan dan nyonya telah tiba di ladang. Sang nyonya meninggalkan bayinya di samping tumpukan jerami dan ia menghampiri suaminya, mulai membantunya bekerja.
Tak lama setelah itu, si serigala berlari menghampiri si bayi, dan dia merebut bayi, kemudian berlari secepat-cepatnya. Sirko berlari mengejarnya, dan tuannya kemudian berteriak, "Tangkap dia, Sirko!"
Sirko menghadang si serigala, melawannya, kemudian menyambar bayi itu darinya, dan membawanya kembali ke tuannya. Tuannya senang dan memberinya roti juga sepotong daging dari bekal yang dibawanya.
"Kemari, Sirko, makanlah sampai kenyang. Terima kasih telah menyelamatkan bayi kami!"
Malam datang, tuan dan nyonya pun pulang. Mereka telah menerima Sirko kembali dengan mereka.
Mereka masuk ke dalam rumah, dan di dalamnya sangat meriah, tuannya Sirko telah mengundang kawan-kawannya untuk berpesta, dan ia pun membuka acaranya:
"Hidangan kue ini semua adalah buatan istriku, mari tuan-tuan, selamat menikmati !"
Beberapa makanan segera disiapkan untuk Sirko, dan ia duduk di dekat meja, di samping tuannya.
"Ambil lagi kuenya, istriku!" kata tuannya. "Ini adalah makan malam kita."
Nyonya segera mengatur kue di meja, dan memenuhi piring-piring mereka dengan makanan, tak lupa ia pun memberi makanan ke piring Sirko.
"Ini semua berkat sang serigala," kata Sirko pada dirinya sendiri. "Aku harus membalas kebaikannya."
Musim dingin datang. Tuannya Sirko telah siap untuk menikahkan putrinya sulung. Sirko pergi ke halaman rumah, dan berlari ke arah hutan, berusaha mencari-cari si serigala. Ketika telah sampai, "Datanglah ke rumah tuanku. Aku ingin membalas kebaikanmu." Kata Sirko.
Maka datanglah si serigala ke rumah tuannya Sirko. "Sekarang ini adalah hari pernikahan anak sulung tuanku." ujar Sirko.
lalu serigala ikut masuk ke dalam rumah dan Sirko menyembunyikannya di bawah meja. Ia meraih sebotol vodka dan sepotong besar daging kemudian menyerahkannya kepada si serigala. Sirko mengambil beberapa potong makanan terbaik dari meja dan memberikannya kepada si serigala.
Karena terlalu gembira, si serigala berkata, "Aku ingin bernyanyi!"
"Jangan! kau akan mendapat masalah!" Cegah Sirko sambil tetap memberinya makanan. "Aku akan memberikan beberapa botol vodka lagi jika kau berjanji untuk tetap diam."
Dia memberikan si serigala sebotol vodka, dan kue kering.
"Aku ingin bbernyanyi! Aku tak peduli apa yang engkau katakan! Auuuu!" ia pun melolong.
"Jangan lakukan itu atau kita berdua akan membayarnya dengan hidup kita!" cegah Sirko.
"Aku tidak bisa menahan diri, aku ingin bernyanyi! Auuuuuuuuuuuuuu!" Si serigala melolong lagi, dan dia benar-benar melolong keras dari bawah meja.
Para tamu melompat ketakutan, mereka pontang-panting ke sana-kemari, dan beberapa dari mereka mencoba memukuli si serigala. kemudian Sirko melompat dan mengejar si serigala yang berlari, sehingga seolah-olah ia hendak memburu si serigala.
"Jangan kejar dia Sirko atau kau akan mendapat bahaya!" kata tuannya Sirko.
Sesampainya di halaman, Sirko berkata,
"Kau telah berbaik hati menolongku, dan kini aku telah membalas jasamu!"
Mereka mengucapkan selamat tinggal satu sama lain dan mereka berpisah.
==================================================
Diambil dari kisah "Sirko" cerita rakyat Ukraina
Diceritakan kembali oleh Maulana Yodha Permana
Tambahan:
Mungkin sedikit berbeda dengan sumber asli yang saya terjemahkan, tapi film di bawah ini berasal dari kisah yang sama, tentang Sirko, si anjing tua yang malang.









0 komentar:
Poskan Komentar
Tes Pesan Formulir Komentar