01 Juli 2010

LENIN - SANG REVOLUSIONER

Vladimir Ilyich Ulyanov Lenin (1870-1924) seorang pemimpin politik yang paling bertanggung jawab terhadap berdirinya Komunisme di Rusia. Sebagai penganut Karl Marx yang gigih dan setia, Lenin meletakkan dasar politik yang hanya bisa dibayangkan oleh Karl Marx seorang. Begitu cepatnya Lenin menyebar Komunisme ke seluruh penjuru dunia, dia mesti diakui sebagai salah seorang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Lahir di Simbirsk (kini ganti jadi Ulyanovsk untuk menghormatinya) pada tahun 1870.

Ayahnya seorang pegawai negeri yang patuh tetapi kakaknya Alexander adalah seorang radikal yang dijatuhi hukuman mati karena ambil bagian dalam komplotan untuk membunuh Tsar. Pada umur dua puluh tiga tahun, Lenin sudah menjadi seorang Marxis sejati. Bulan Desember 1895 dia ditahan oleh pemerintah Tsar karena kegiatan revolusionernya dan dijebloskan ke dalam penjara selama empat belas bulan. Sesudah itu ia dibuang ke Siberia.

Selama tiga tahun di Siberia (yang tampaknya tidak digubrisnya sebagai siksaan) dia menikah dengan wanita yang juga berfaham revolusioner dan menulis buku "Pertumbuhan Kapitalisme di Rusia". Masa pembuangannya di Siberia berakhir bulan Februari 1900 dan beberapa bulan kemudian Lenin melakukan perjalanan ke Eropa Barat. Tak kurang dari tujuh belas tahun lamanya dia berkelana, menjadi seorang mahaguru revolusioner. Ketika Lenin menjadi anggota Partai Buruh Sosial-Demokrat Rusia, partai tersebut pecah menjadi dua bagian dan Lenin menjadi pimpinan pecahan yang lebih besar, Bolsheviks.

Perang Dunia I membuka peluang besar bagi Lenin. Perang ini membawa malapetaka baik militer maupun ekonomi bagi Rusia dan akibatnya menambah ketidakpuasan rakyat kepada sistem pemerintahan Tsar. Akhirnya pemerintah Tsar ini digulingkan di bulan Maret tahun 1917. Dan untuk sementara waktu tampaknya Rusia dipimpin oleh sebuah pemerintah demokratis. 

Begitu mendengar kejatuhan Tsar, Lenin dengan cepat kembali ke Rusia dan sesampainya di negeri asalnya ia dengan segera dapat melihat dan mengambil kesimpulan bahwa partai-partai demokratis -walau sudah mendirikan pemerintahan sementara- tak punya daya kekuatan cukup dan kondisi ini sangat baik untuk partai Komunis yang memiliki pegangan disiplin kuat untuk menguasai keadaan, walaupun anggotanya masih sedikit. Karena itu Lenin mendorong kaum Bolshevik melompat kedepan menggulingkan pemerintahan sementara dan menggantinya dengan pemerintahan Komunis.

Percobaan pemberontakan di bulan Juli tidak berhasil dan memaksa Lenin untuk bersembunyi sementara waktu. Percobaan kedua di bulan Nopember 1917 berhasil dan Lenin menjadi kepala negara baru.

Selaku kepala pemerintahan, Lenin keras tetapi di lain pihak dia amat pragmatis. Mula-mula dia ajukan tekanan yang tak kenal kompromi adanya masa transisi singkat menuju masyarakat yang ekonominya sepenuhnya berdasar sosialisme. Ketika ini tidak jalan, dengan luwes Lenin mundur dan mengambil jalan sistem ekonomi campuran kapitalis-sosialistis. Ini berjalan di Uni Soviet selama beberapa tahun.

Di bulan Mei 1922 Lenin sakit keras sehingga antara serangan sakit itu hingga wafatnya tahun 1924 tentu Lenin tidak bisa berbuat apa-apa. Begitu wafat, jasadnya dengan cermat dibalsem dan dipelihara, dibaringkan di musoleum di Lapangan Merah hingga saat ini.

Ciri penting dari Lenin adalah dia seorang yang cepat bertindak sehingga dialah orang yang mendirikan pemerintahan Komunis di Rusia. Dia menganut ajaran Karl Marx dan menterjemahkannya dalam bentuk tindakan politik praktis yang nyata. Sejak bulan Nopember 1917 telah terjadi ekspansi kekuatan Komunis ke seluruh dunia. Kini, sekitar sepertiga penduduk dunia menganut faham Komunis.

Biarpun arti penting Lenin terletak pada seorang pemimpin politik praktis, Lenin juga menunjang pengaruhnya lewat tulisan-tulisan. Pikiran-pikiran Lenin tidaklah bertentangan dengan Marx tetapi ada perubahan tekanan. Lenin kelewat terpukau oleh taktik-taktik revolusi dan dia merasa punya kelebihan khusus dalam urusan ini. Dia tak henti-hentinya menekankan perlunya penggunaan kekerasan: "Tak ada hal apa pun dalam hubungan perjuangan kelas yang dapat diselesaikan tanpa kekerasan," adalah ungkapan khasnya.

Marx hanya mengaitkan perlunya kediktatoran proletariat sekali-sekali saja, tetapi Lenin sudah terlalu tergoda dengan hal itu. Misalnya ucapannya: "Diktator proletariat tak lain dan tak bukan daripada kekuasaan berdasarkan kekerasan yang tak ada batasnya, baik batas hukum maupun batas aturan absolut."

Ide Lenin tentang kediktatoran sesungguhnya lebih penting ketimbang politik ekonominya. Ciri terpokok pemerintahan Soviet bukanlah di bidang politik ekonominya (banyak pemerintahan sosialis di banyak negeri) tetapi ciri pokoknya lebih terletak pada teknik mempertahankan kekuasaan politik untuk jangka waktu tak terbatas. Terhitung sejak saat Lenin hidup, tak ada satu pun pemerintah Komunis di mana pun juga di dunia ini --sekali berdiri dengan kokohnya-- dapat tergulingkan. Dengan pengawasan yang seksama terhadap semua lembaga kekuasaan dalam negeri --mass media, bank, gereja, serikat buruh dan lain-lain-- pemerintahan Komunis tampaknya sudah mengikis adanya kemungkinan-kemungkinan penggulingan pemerintahan. Bisa saja ada titik-titik lemah pada kekuatannya, tetapi tak seorang pun mampu menemukannya.

Sepanjang hidupnya Lenin seorang pekerja keras dan tekun. Dia seorang yang ternama dan jumlah buku yang ditulisnya tak kurang dari 55 jilid. Dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk tujuan-tujuan revolusi, dan meskipun dia mencintai keluarganya, dia tak mau pekerjaannya terganggu. Ironisnya, biar dia menghabiskan sepenuh umurnya dalam percobaan melenyapkan penindasan, hasil yang dicapainya dari perjuangan adalah penghancuran semua segi kebebasan pribadi. (ahdoy)




Referensi: 100 Tokoh Dunia Paling Berpengaruh oleh Michael H. Hart

8 komentar:

Anonim mengatakan...

kalo ga sala saking sadisnya lenin sampai-sampai pada akhir masa hidupnya dia menderita lumpuh total.

AHDOY mengatakan...

Lenin lumpuh akibat kesehatannya semakin memburuk, dan sebelumnya ia pernah tertembak dua kali oleh seorang yang sama (rivalnya) dalam dua serangan berbeda. Lenin melakukan revolusi dengan mengangkat senjata, karena jika tanpa tidak dengan hal itu, tidak mungkin Tsar akan menyerahkan kekuasaannya begitu saja. Lenin mungkin keras dan tegas, tapi dia tidak sadis (menurut saya).

Anonim mengatakan...

Alasan kenapa Lenin dan pengikut Bolsheviks lainnya begitu kejam adalah filosofi Dialectical Materialist yang sangat mereka yakini. Filosofi ini memandang manusia seperti binatang dan kekerasan serta konflik menjadi suatu keharusan untuk menuju kemajuan. Bukan hanya sampai disitu, Lenin juga menerapkan metode binatang untuk melatih manusia. Pada bulan October 1919, Lenin secara pribadi mengunjungi ilmuwan Alvin Pavlov, yang terkenal karena eksperimennya pada binatang. Lenin ingin menerapkan metode binatang ini pada seluruh orang Rusia. “Saya ingin agar semua orang Rusia mengikuti pola pikir dan pola tindak Komunis” Lenin menjelaskan. Pavlov heran. Kelihatannya, Lenin ingin agar Pavlov malatih manusia seperti dia selama ini melatih anjing. Pavlov bertanya “Apakah engkau bermaksud menstandardisasi populasi Rusia? Membuat mereka semua berperilaku sama?” “Tepat sekali” jawab Lenin. “ Manusia dapat dibentuk seperti yang kita mau” (Orlando Figes, A people’s tragedy, Penguin Books, New York 1997, p. 732-733).

AHDOY mengatakan...

Setiap orang punya kesalahan, juga punya sisi baik dan buruknya. Untuk apa kita lihat sisi buruk melulu jika ada sisi baiknya yang bisa kita tiru? :)

Bagi saya, Lenin adalah inspirasi dalam hal revolusi masyarakat menuju sistem rakyat tanpa kelas, yang mengutamakan kesejahteraan dari sistem kesamaan haknya. Dia punya keberanian, dia punya wibawa, dan pemikiran-pemikirannya menyulut keberanian revolusioner lainnya di dunia untuk mewujudkan apa yang diinginkan rakyat banyak.

Tapi jika menurut anda Lenin orang bengis, berpikiran buas, diktator, dan hal-hal buruk lainnya, sesungguhnya di negeri kita pun, Indonesia, kita masih punya banyak orang seperti itu. Tergantung cara pandang kita, kamerad, apa yang perlu kita lihat, dan dari situlah kita akan ambil manfaat :)

Dea Hambarani mengatakan...

yang tidak saya sukai dari lenin dia menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya..
sungguh disayang, keburukannya banyak membuat orang menutup mata atas kebaikannya dan dibuku-buku juga kebanyakan menilai keburukannya.. benar kata kamerad, kita tidak benar melihat seseorang dari satu sisi saja, lihat juga dari sisi - sisi lainya.

tapi, memang kejahatan yang di perbuat lenin, tidak bisa ditolerir (oleh saya).

Raa........... mengatakan...

echmmm memang sich semua orang punya sisi baik dan buruk..tapi bagi saya lenin tetaplah seoarng yang sangat patut dihargai, dia memimpikan sebuah masyarakat tanpa kelas, tanpa ada penindasan antara manusia satu dengan yg lainnya.Tdk seperti masyarakat sekarang(baca kapitalistik) yg sebenarnya banyak terdapat penindasan & penghisapan antara oleh si kaya(borjuis) terhadap si miskin(proletar) dengan caranya yg terselubung,. Bukankah hal semacam ini seharusnya lebih kejam?.

Sherlockindo mengatakan...

Дорогой Тов. Ахдой!

Wah, saya tak mengira kalau bisa bertemu orang yang sama-sama terinspirasi oleh Lenin. :)

Vladimir Lenin, terlepas dari opini publik yang cenderung negatif kepadanya, adalah salah satu tokoh yang saya kagumi karena keberaniannya untuk mewujudkan impian masyarakat tanpa kelas.

Dhippo mengatakan...

Seandainya ada anak Indonesia Tumbuh seperti Lenin...
sistem kacau pasti bisa dibongkar...
visit my blog y.(msh Under contruction)
lam knal...;:)

Poskan Komentar

Tes Pesan Formulir Komentar